Di tengah kemajuan modern yang menjanjikan kemudahan, manusia justru kian akrab dengan krisis makna dan kegamangan identitas. Kehidupan yang serbacepat sering memisahkan akal dari nilai, ilmu dari kebijaksanaan, serta kebahagiaan dari kedalaman jiwa. Dalam situasi ini, pertanyaan tentang hakikat keberadaan kembali menjadi mendesak.
Buku ini mengajak pembaca menelusuri filsafat keberadaan melalui khazanah pemikiran Islam, dengan menautkan akal, etika, dan spiritualitas sebagai satu kesatuan. Dengan merujuk pada tradisi filsuf dan sufi, penulis menunjukkan bahwa memahami wujud, jiwa, dan ilmu bukan sekadar wacana, melainkan jalan menuju kehidupan yang utuh.
Buku ini menawarkan refleksi mendalam untuk menemukan kembali arah hidup dan kebahagiaan yang sejati.


Ulasan
Belum ada ulasan.