Buku ini, adalah kelanjutan dari kerja panjang yang dimulai sejak 2008, ketika Universitas Papua, lembaga pemerintah, masyarakat adat, dan mitra konservasi sepakat membangun sistem pemantauan bersama untuk wilayah ini.Hari ini, sistem itu telah menghasilkan basis data 15 tahun, mencakup 17 kawasan konservasi seluas 5,2 juta hektar— basis data terpanjang dan terlengkap untuk wilayah konservasi laut di Indonesia.
Apa yang kami temukan menggembirakan sekaligus mengkhawatirkan. Tutupan terumbu karang dan biomassa ikan kunci ditingkat bentang laut menunjukkan kondisi yang stabil, dengan beberapa kawasan menunjukkan pemulihan yang nyata. Namun, indikator-indikator manusia memberi sinyal peringatan: pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya menurun, keterikatan budaya terhadap wilayah perairan melemah, dan beberapa aspek tata kelola kawasan tidak berjalan sebagaimana diharapkan. Konservasi yang berhasil secara ekologi belum tentu berhasil secara sosial, dan buku ini menolak untuk menyembunyikan kenyataan tersebut.
Kami menyusun buku ini dengan satu prinsip: data harus menjadi dasar pengambilan keputusan, dan dasar itu harus dapat diakses oleh siapa saja— pemerintah pusat dan daerah, pengelola kawasan,mitra konservasi, masyarakat adat, dan generasi penulis berikutnya. Setiap angka, setiap grafik, setiap narasi dalam buku ini dimaksudkan untuk satu tujuan: menjaga agar Bentang Laut Kepala Burung tetap menjadi rumah bersama yang sehat bagi laut, bagi spesies yang bergantung padanya, dan bagi masyarakat Papua.
Budaya, Non Fiksi
Bentang Laut Kepala Burung Papua: Satu Laut, Masa Depan Bersama; Menghubungkan Ekosistem Pesisir, Masyarakat, dan Kemitraan Konservasi untuk Masa Depan Papua yang Lebih Baik
Judul: Bentang Laut Kepala Burung Papua: Satu Laut, Masa Depan Bersama Menghubungkan Ekosistem Pesisir, Masyarakat, dan Kemitraan Konservasi untuk Masa Depan Papua yang Lebih Baik
Penulis: Fitryanti Pakiding, Meity Mongdong, Defy Pada, Lukas Rumetna, Awaludinnoer Ahmad, Dariani Matualage, Deasy Lontoh, Kezia Elisabeth Salosso, Habema Monim, Dahlia Menufandu, Jane Lense, Arnoldus Ananta
Tebal buku: viii + 136 halaman
Ukuran: 21 x 29,7 cm
Stok habis
Anda harus login untuk mengirimkan ulasan.


Ulasan
Belum ada ulasan.