Saya menyambut dengan sangat antusias kehadiran buku Pulau Sumbawa Tahun 1847: Catatan Perjalanan Heinrich Zollinger. Buku ini bukan sekadar karya sejarah atau catatan perjalanan seorang peneliti asing dua abad yang lalu, tetapi sebuah jendela besar yang membuka pandangan kita kepada lanskap ekologis dan sosial Pulau Sumbawa. Buku ini penting dibaca oleh bukan hanya masyarakat Pulau Sumbawa, tetapi juga para pengambil kebijakan di bidang lingkungan, kehutanan, dan pembangunan wilayah.
Buku ini bukan sekadar bacaan, tetapi cermin perjalanan kita sebagai bangsa yang terus belajar memahami alam dan manusia di dalamnya. Semoga buku ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak; akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas, untuk terus menjaga, mengenali, dan mencintai hutan Pulau Sumbawa, serta seluruh kekayaan ekologis dan sosialnya.


Ulasan
Belum ada ulasan.