Kerajaan Tambora; Sejarah, Kekuasaan, Diplomasi, Masyarakat dan Kehancuran 1815

Judul: Kerajaan Tambora; Sejarah, Kekuasaan, Diplomasi, Masyarakat dan Kehancuran 1815
Penulis: Poetra Adi Soerjo & Nurdin Ranggabarani
Editor: Jatun
Tebal buku: xxix + 710 halaman
Ukuran: 15 x 23 cm

Stok habis

Pada April 1815, Gunung Tambora meletus dengan kedahsyatan yang mengguncang dunia. Abu vulkaniknya menjangkau berbagai penjuru bumi, mengubah iklim, merusak musim panen, dan meninggalkan jejak panjang dalam sejarah umat manusia. Di kaki gunung itu, sebuah kerajaan yang selama berabad-abad membangun kekuasaan, menjalin hubungan diplomatik, dan mengembangkan kehidupan masyarakatnya turut terkubur bersama peradaban yang pernah tumbuh di sana.

Sejarah kemudian lebih banyak mengingat Tambora sebagai nama sebuah gunung dan letusan dahsyatnya. Kerajaan yang pernah berdiri di wilayah itu perlahan menghilang dari ingatan, sementara kisah para penguasa, pertikaian politik, persekutuan antarkerajaan, dan hubungan diplomatiknya terserak dalam naskah-naskah serta arsip kolonial.

Buku ini berusaha mengembalikan Kerajaan Tambora ke dalam panggung sejarah Nusantara. Melalui penelusuran dokumen Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), korespondensi diplomatik, perjanjian politik, kronik lokal, dan berbagai sumber sejarah, pembaca diajak mengikuti perjalanan Tambora sebagai sebuah kekuatan politik di Pulau Sumbawa. Hubungannya dengan Dompu, Bima, Sumbawa, Makassar, serta kekuasaan kolonial Belanda memperlihatkan betapa rumitnya dunia politik yang mengelilingi kerajaan tersebut.

Di balik kisah perebutan kekuasaan dan pergantian penguasa, tersimpan pula sejarah manusia: ambisi, kesetiaan, pengkhianatan, peperangan, pengasingan, dan perjuangan mempertahankan kedaulatan.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Kerajaan Tambora; Sejarah, Kekuasaan, Diplomasi, Masyarakat dan Kehancuran 1815”